Senin, 13 Desember 2010

aku dan cerita hantu

Kemaren malam, sehabis mandi, dua orang temanku datang kewarnet, sebut saja Yudha dan Aldo (bukan nama sebenarnya). Biasa sih, anak-anak memang seringkali menjadikan warnet ini sebagai tempat nongkring, sekaligus tempat tidur, ciakakaka. Kita ngobrol ngalor ngidul, tanpa topic utama, cerita lepas aja. Sampai akhirnya mulai berbagi kisah seram, aku suka cerita-cerita seram bareng teman-teman, menkutkan sih, bikin berdiri bulu roma, tapi asyik. Ini diawali dari cerita Aldo yang mengatakan kalau temannya baru melihat tuyul. Begini ceritanya…
mmm….
Nggg….
Hmm….
Wedew…lupa aku detailnya.
Pokonya dia cerita kalau temannya ngeliat tuyul kemaren ini, kecil item, tapi temennya masih sempat bercanda
“Woi, jaga dompet lo…!” katanya
“Emang kenapa?” Tanya temannya yang satu lagi
“Kan baru abis liat pocong…”
Hahaha.. mereka tertawa dalam takutnya..
Kalau menurut aku sih nggak lucu. Tapi ya udahlah, itu urusan mereka.
Meamng karena dasarnya hobi ngomong atau cerita kali ya, cerita Aldo tadi memancingku untuk bercerita pengalaman-penglaman mistisku selama ini. Sementara Yudha sudah puas jadi pendengar yang baik saja.
Dan nggak ada salahnya kan kalau aku berbagi pengalaman di sini, kan aku yang nge blog, jadi terserah aku dong…hehehe
Aku memang lahir dijakarta, tapi masa puberitas dan masa SMA aku habiskan di padang ini, bukan di kotanya tapi. Aku tinggal di daerah kecil di Sumbar ini, di tempat tinggalku kehidupan sosialnya masih sangat dipengaruhi dan diatur oleh adat dan agama, tapi bukan berarti didaerahku nggak ada orang bejat. Setan ada di mana-mana kawan. Mungkin bagi aku yang lahir dijaman yang sudah agak modern, jadi adat itu kadang justru menjadi hambatan untuk melakukan sesuatu. Ini akan kuceritakan lain kali aja, takut OOT nantinya.
Tapi sebelumnya aku ingin bertanya, apakah sobat sekalian percaya dengan adanya hantu? Bagaimana dengan setan?
Nah, kalau dari sudut pandangku ya begini, aku ini orang islam, dan aku percaya dengan adanya setan, karena Al qur’an telah menjelaskan secara terperinci mengenai keberadaan mahluk ini. Dan timbul lagi pertanyaan, apa bedanya setan dengan hantu? Disitu aku mulai bingung. Apakah setan sama dengan hantu?
Indonesia ini tidak hanya kaya dengan keanekaragaman budayanya, tapi juga keanekaragaman mahluk halusnya, tiap daerah dinusantara ini memiliki hantunya masing-masing.
Dan bagiku setan itu ada didalam diri kita masing-masing. Coba kita ingat waktu kita puasa, pasti ada saja godaan yang datang dalam diri kita untuk membatalkan puasa tersebut. Jadi kuntilanak dan sebagainya itu apa? Banyak pendapat sih mengenai hal ini, jadi dari pada bingung mending langsung aja kecerita.
Aku masih SMA waktu itu, masih dikuasai darah muda yang menyukai tantangan. Dan rumahku berlokasi dekat dengan kuburan. Diseberang jalan sih sebenarnya. Dan aku paling senang kelayapan kalau malam, nanti pulang jam 12an, aku kan cowok, kalau cewek nggak boleh, hehehe. Kata orang-orang sih (tetanggaku) jalanan didepan rumahku itu termasuk angker. Sudah banyak yang diganggu disana. Diganggunya seperti di timpuk pakai tanah kuburan, pakai air, pakai kerikil dan sebagainya. Tapi untungnya aku belum pernah ketemu hal bagituan disana. Waktu itu aku pulang hamper jam 12 malam, dingin. Aku jalan berdua dengan teman sekaligus tetanggaku, pas lewat didaerah yang katanya angker itu kita tiba-tiba dikagetkan dengan suara teriakan.
“Hoiii…!!!” kata suara misterius itu
Normalnya, kita otomatis pasti melihat kearah sumber suara, dan aku juga bgitu, tapi nggak ada siapa-siapa selain aku dan temanku tadi.
“lo denger suara barusan?” tanyaku
Temanku cuma mengangguk tanpa suara.
“siapa…” belum lagi habis kata-kataku keluar, temanku sudah lari terbirit-birit sambil teriak
“Hantuuuu….!”
Ternyata kepanikan dan ketakutan itu menular ya. Soalnya aku juga tanpa sadar langsung berlari kerumah dengan tubuh menggigil, semua cerita seram mampir diotakku ssat itu, ingat kalau dulu tanteku pernah melihat mahluk tanpa pinggang kebawah didepan rumah, inget mama pernah dengar suara orang sesak nafas disekeliling rumah…huiiii….
 Besoknya, aku berjanji pada diri sendiri, nggak mau lagi pulang terlalu malam, tapi apa daya, malam besoknya aku pulang telat juga. Tapi aku harus pulang, soalnya besok pagi sekolah. Malam itu aku pulang sendiri, dihantui perasaan takut malam kemaren, waduh… perfect deh.
5 meter dari tempat kejadian kemaren, tiba-tiba mati lampu, o iya, aku lupa bilang kalau saat itu gerimis. Aku yang takut kejadian itu terulang lagi mulai mengambil ancang-ancang dan berlari sekencang-kencangnya dan…kejadian itu terulang lagi, tapi kali ini dengan teriakan yang lebih panjang. Dengan gemetar aku cerita pada ibuku soal ini, akhirnya aku juga yang disalahkan, kenapa pulang malam-malam, makanya rajin sholat. Ibuku is the best dah pokoknya.
Saat itu disekolahku lagi trend dengan permainan yang dinamakan maen jaelangkung. Familiar dengan kata ini? Ya maen jelangkung, tapi tidak seperti yang di film-film. Kami disini menggunakan jangka sebagai media. Dan hebatnya, aku belajar permainan ini dari cewek-cewek sekolahku. Dari coba-coba jadi kecanduan, dari ketakutan jadi ketagihan. Ketagihan karena kita bisa tanya apa saja pada jelangkung ini, termasuk tentang siapa yang naksir kita saat itu. Apalagi yang lebih menarik bagi anak-anak SMA selain hal-hal yang berbau cinta-cintaan. Tapi akhirnya aku berhenti total dari maen bagianian ketika aku dengar ada anak yang meninggal karena permainan ini, tapi bagaimana detail ceritanya aku juga tidak tau pasti.
Dan di Padang ini akupun menemukan hal yang sama, waktu itu itu aku nginap di kantor teman yang dulunya bekas bangunan zaman Belanda. Malam kami itu menyewa film 9999 atau apalah judulnya aku lupa, pokoknya cerita tentang siapa yang menerima telepon dari nomor itu bakalan meninggal setelahnya. Ternyata nonton juga bikin haus. Saat itu aku berdiri mengambil pocari sweat yang dibeli tadi, kebetulan belum aku keluarin dari kantongnya yang aku letakkan didekat pintu. Baru mau berdiri, tiba-tiba didepan pintu lewat bayangan hitam dengan cepat, temanku pun ternyata melihat hal itu, kamipun langsung keluar. Takutnya itu maling atau siapa gitu. Namun tidak ada siapapun. 10 menit berselang datanglah satpam yang biasa menjaga tempat itu. Dari dialah kita baru tahu keadaan yang sebenarnya, katanya tempat itu adalah bangunan bekas Belanda, sudah banyak yang kesurupan ditempat itu, dulu dia juga mengalami hal serupa, namun dia sempat mengikuti mahluk hitam itu sampai akhirnya mahluk itu hilang menembus dinding. Dan dia juga bercerita, dulu pernah dia terbangun malam dan mau pergi ke wc, di salah satu ruangan kantor itu dia melihat semua benda yang ada mengambang diudara (poltergeist). Untung saja imannya kuat, kalau saja ku di posisi dia, pasti udah semaput duluan.
Certia-cerita seperti inilah yang kuceritakan pada temanku tadi, sebetulnya masih banyak lagi tapi untuk sekarang cukuplah…nanti dismbung lagi…
Hoahmmm…ngantuk nih, tidur dlu ya all…

padang dan gempa

Jam 3 kurang seperempat waktu disini. Again…masih diwarnet, belom mandi. Gerah....
Dari tadi sibuk bikin template blog sendiri pake artisteer, lumayanlah, kayak sekarang jadinya.
Bentar, uninstall dulu deh programnya, soalnya kompie udah berat banget ini, mo di install ulang tapi belom ada kesempatan.
Oke, done..
Nahh, pengen cerita lagi nih sob, masih inget soal pelanggan yang aku bilang di postingan sebelumnya? Yang ngidupin music keras-keras dihpnya?
Ternyata dia sama seperti yang aku duga sebelumnya, homeless (atau mungkin lagi ada masalah di tempat tinggalnya). Soanya aku perhatikan dia membawa kantong besar malem itu, dengan tampang kusam. Dan dia nanya layanan paket insomnia kita, (paket insomnia = 10000 dari jam 11 malem sampe pagi). Baru 1 jam dia maen paket malem itu, udah mangap plus ngorok di computer user, kurang ajar nggak tuh, dan ternyata music yang aku denger malem itu adalah nada sms dari hp nya, wow….1 lagu full buat nada sms…ckckck.
Asli, malem tadi tidurku jadi nggak tenang, iyalah…dia kan baru pertama kali maen disini, tampangnya kusut lagi, tidur disini lagi, bisa aja kan dia menculikku, trus minta tebusan ma SBY, atau nilep duit di box, atau sekaligus bawa lari satu unit computer. Nobody knows….
Dah, kuharap dia nggak datang lagi malem ini.
Ada satu hal lagi yang memuakkan dipadang ini selain panas dan nyamuknya. Yaitu gempa bumi. Entah kenapa akhir-akhir ini gempa jadi trend baru di ppadang ini, bertolak dari kejadian tsunami Aceh dulu, mungkin hampir seluruh warga kota ini mengalami trauma pasca kejadian tersebut. Trauma terhadap tsunami yang sama akan meratakan kota ini. Kalau era orde baru dulu kita selalu disuapi dengan sejarah kabur G30 s PKI, tapi tidak halnya dengan 30 S setahun yang lampau (kalo nggak salah, aku paling susah nginget tanggal soalnya).
Sore itu aku lagi maen playstation di kos-kosanku, berdua dengan temanku yang sekarang sudah jadi PNS, (aku kapan ya?) anak-anak lain lagi jalan-jalan sore nggak tau kemana. Tiba-tiba dinding kosan bergetar, lambat sih, masih santai aku terusin maennya, soalnya untuk gempa ukuran segitu aku sepertinya udah terbiasa, karena sudah sering terjadi hal-hal seperti itu di padang ini, namun selang beberapa detik kemudian terjadi sesuatu yang belum pernah aku rasakan seumur hidupku, bumi bergoncang bukan bergetar lagi. Zeppp..panik pastinya, otak tumpul rasanya. Jangankan untuk berdiri, duduk saja susah. Tak sadar tembok rumah tetangga ku runtuh tepat dibelakangku, tapi aku nggak sadar, kulihat ibu kos terduduk sambil menangis memegang anak perempuannya yang masih SD, disamping kos-kosanku mengalir kanal air, dan isinya campuran sampah, air tawar, dan air laut. Selama ini air kanal itu tidak pernah sampai tinggi, apalagi meluap, namun saat itu goncangan gempa telah membuat air itu tergoncang keluar menambah efek dramatisnya. Langit yang tadinya biru sekarang dipenuhi asap, bangunan-bangunan banyak yang rontok, kenapa saat itu aku ingat Tuhan ya?
Secepat mungkin aku dan teman maen PS ku serta temanku yang baru pulang kuliah mengambil motor, bonceng tiga dan lari. Lari kemana? Aku nggak mikir apa-apa waktu itu, cuma mengikuti arus orang-orang yang berlarian panik. Kita bukan takut pada gempanya, kita takut pada tsunami yang sama seperti tragedi Aceh dulu. Parahnya, untuk keluar dari komplek sampai kejalan raya saja menghabiskan waktu hamper setengah jam, karena semuanya keluar dan lari secara bersamaan. Sore adalah waktu cewek-cewek pada mandi dan istirahat, jadi wajar saja jika aku melihat mereka berlarian keluar dengan berbagai macam busana, kebanyakan busana tidur dan busana mandi. Tapi saat itu otak kotorku tidak bekerja dengan baik, gimana mau lihat yang begituan, lah pikiranku dipenuhi hasrat ingin selamat secepatnya.
Untung saja waktu itu tsunami masih enggan datang, jadi kota padang masih berajalan sampai saat ini. Kalau saja (mudah-mudahan jangan deh, skripsiku belom kelarrrr) tsunami benar-benar datang, aku yakin padang rata dengan tanah. Dan aku dan mereka yang lari kocar-kacir tadi saling menertawakan diri masing-masing di neraka sana.
Pasca bencana inilah yang memuakkan, untuk bisa berjalan normal lagi butuh banyak proses. Baik untuk diri sendiri maupun kota ini.
Nggak ngertilah. Kalau orang bijak bilang dunia ini sudah tua, udah bangkotan. Dulu petani bisa memperhitungkan kapan harus bertanam, dan kapan harus panen, karena sirkulasi cuaca masih berjalan dirodanya. Namun kalau sekarang cuaca seperti memiliki moodnya sendiri, unpredictable. Mau ujan kek, mau panas kek, atau mau badai benar-banra tidak bisa diduga-duga. Kadang pagi cuaca sangat cerah, dalam hitungan jam bisa menjadi hujan. Rumput yang bergoyang pun tidak tahu lagi mau jawab apa ketika kita bertanya padanya.
Eh, bicara tentang hujan, aku jadi ingat kalau aku pernah baca 11 fakta unik tentang hujan di salah satu situs internet, dimana ya…emm…oh iya, uniqpost.com. aku suka fakta nomor 10 dan 11 nya itu.
Fakta nomor 10:
Setelah hujan turun, tanah, ilalang, rerumputan akan mengeluarkan bau wangi yang khas, senyawa ini dinamakan ‘petrichor’.
Aku percaya hal ini, memang sering setelah hujan kalau kita jalan-jalan direrumputan pasti kita menghirup bau yang harum ini. Bikin damai deh pokoknya
Fakta nomor 11:
Dan fakta terakhir yang paling misterius dan mengejutkan ilmuan. Hujan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk meresonansikan ingatan masa lalu. Dan tanpa bisa mendapatkan bukti ilmiah, para ilmuan hanya bisa menyimpulkan “Di dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu akan suatu hal (peristiwa/seseorang)”. Dan pada titik ini para ilmuan meyakini bahwa manusia biasanya mendapatkan inspirasi.
Sekarang coba kita luangkan waktu ketika hujan turun, duduklah dipinggir jendela, jangan melakukan apa-apa, biarkan pikiran membawa kita kemana saja, dan rasakan kebenaran dari tulisan ini. Tak heran banyak film dan lagu-lagu yang memasukkan kata dan suasana hujan didalamnya. Hujan membawa inspirasi bagi sebagian orang, tapi tidak untukku. Bagiku tempat yang paling tepat untuk menmukan inspirasi itu adalah di kamar mandi. Sudah banyak ide dan keputusan yang aku buat ketika aku dikamar mandi, lain kali deh aku cerita-cerita.