Sabtu, 12 Juni 2010

rangkaian jalan kebulan

by Retmonth Bensal Poetra

kembali kusambut sapaan matahari yang dulu telah sempat kunamai
dengan sisa kopi kemarin,kutawarkan sadar yang tak acuh menunggu disudut kamarku
ah....terlihat sisa potongan cerita kemarin
masih saja berserakan dilantai itu....


kembali,halaman kemarin kukumpulkan satu-satu
hendak sejenak berpura atas cerita
cerita yang sedikit kau lampirkan tawa riang pada alamatnya
dan pada serbuk-serbuk senja,aku sengaja mengikatkan-nya dengan sepotong cerita untuk masa depan
atau apalah namanya.....




dan pada langit yang berpendar diatas ku
aku hanyalah mencoba mengurai langkah menuju bulan
sejenak menitipkan rasa miriis yang sedari kemarin terus kusimpan
miris yang terselip pada ujung-ujung rambutku
nyeri diperutku
iri dikepalaku
dan tentu saja kau
potongan senja yang membasuh abu-abu di langit-ku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar